Energi Senja

kadang ada hal yang kita anggap sederhana,
seringkali memiliki makna yang tidak sederhana.

senja yang bersahaja,
nampak biasa dan tak berarti apa-apa,
padahal ada ribuan do'a mengangkasa kala senja,
ada banyak mozaik harapan yang melambung bersama senja,
ada jutaan syukur yang berayun pada senja.

dan pada senja jua,
banyak cinta bermekaran,
menjadi energi hidup luar biasa,
yang mungkin tak pernah terbayangkan sebelumnya.

lalu pada senja pula,
kukirimkan rindu
kepadamu.
selalu.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

much love,
bunda

Advertisements

My Favorite Rainy Outfit

Assalamu’alaikum.

Tidak terasa sudah lama saya tidak update blog. Saya sedang ‘asik’ dengan project yang deadlinenya saat ini semakin mendekat. Saya hampir lupa kalau saya punya blog  (jangan ditiru ya)

Beberapa hari ini, hujan turun cukup deras dan dalam waktu yang cukup lama. Udara Bandung yang memang sudah dingin ditambah hujan terus-menerus membuat saya rasanya ingin berdiam diri di rumah. Tapi kalau saya diam di rumah, deadline saya tak akan selesai.

Berpergian di musim hujan bagi sebagian orang adalah hal yang menyebalkan. Tapi alhamdulillaah, sejak kecil saya mencintai hujan. Jadi tak masalah jika harus berpergian dikala hujan.

Saat keluar rumah di musim hujan, ada hal unik yang seringkali terjadi, tanpa bosan beberapa teman sering menegur saya seperti, “udahlah, ribet pake rok, mending pake celana” atau “kerudungnya pake yang simpel aja, jangan panjang-panjang” dan yang paling sering, “ngga usah pake kaos kaki biar ga ribet” hehe.. Kalian juga pasti pernah merasakan.

Tapi alhamdulillah, apapun musimnya saya tetap berusaha untuk bisa berpakaian sesuai syariat. To me this was the perfect outfit for a rainy day but would also look just as stunning in any weather.

Saat hujan, saya lebih senang memakai baju dan kerudung berbahan ringan seperti katun, sifon, dan ceruti. Kenapa? Karena saya mencuci manual (tidak pakai mesin cuci), pakaian berbahan ringan akan memudahkan saya ketika mencuci. Apalagi saat musim hujan cenderung sulit menemukan sinar matahari untuk menjemur, pakaian berbahan ringan akan lebih mudah kering meski tanpa sinar matahari.

Tak pernah lupa, saya selalu membawa 1-2 kaos kaki untuk ganti. Berjaga-jaga jika kaos kaki yang saya pakai,basah di jalan. Jadi tidak ada alasan untuk melepasnya kan? 🙂 Untuk sepatu, saya lebih suka memakai flatshoes berbahan karet, jadi tidak akan basah jika terendam air hujan atau memakai sandal gunung yang memang sifatnya quick dry. Tetapi, jika memang diperlukan, misalnya ada meeting atau pertemuan-pertemuan yang sifatnya formal, saya tetap menggunakan sepatu formal. Jika saat berangkat sudah hujan, biasanya saya berangkat menggunakan sandal jepit dan membawa sepatu formal di dalam tas. Mungkin terkesan ribet, tapi kalau sudah menjadi kebiasaan, kita akan merasa enjoy saja dengan segala ke-ribet-an ini.

Jangan lupa pakaian terbaik dimanapun dan kapanpun ya! (read: taqwa).

The rain doesn’t bother me, I find it quite nice actually.

Ya, jangan salahkan hujan apalagi mencacinya. Hujan adalah pertanda bahwa siklus air dan udara masih normal. Hujan juga pertanda bahwa Allah sedang membagikan rahmatnya pada kita.

Daripada mengeluh karena hujan yang deras, lebih baik perbanyak dzikir dan doa saat hujan!

Syar’i itu tidak berarti kita sempurna. Tapi syar’i berarti kita sedang berusaha menyempurnakan cinta kita pada Allah. Yuk, jangan pernah lelah menyempurnakan cinta padaNya!

Semoga bisa bermanfaat ya readers ❤❤

Much love, Eka.

Menyulam Kata, Menata Hati

Menulis bagi saya tak hanya menjadi kesempatan untuk ber-katarsis ria, tetapi menulis juga memiliki banyak makna -setidaknya bagi diri saya sendiri-.

Menulis adalah sebuah seni, seni untuk menata kata sedemikian rupa sehingga mampu menyejukkan yang membacanya. Menulis mengajarkan saya untuk memilih hanya kata-kata yang bagus saja, kata-kata yang santun. Menulis mengajarkan saya untuk merangkai setiap diksi menjadi untaian yang manis.

Menulis bagi saya juga sebuah upaya untuk menata hati. Kenapa saya bilang menata hati? Maksud menata hati disini, bagi saya dengan menulis membuat saya menjadi lebih tenang karena menulis menjadi salah satu cara bagi saya untuk mengurai segala hal yang mampir dalam pikiran saya. Tak hanya berbagi ide, tetapi juga berbagi perasaan. Menulis membuat saya dapat meluapkan segala sesuatu yang menyesap di dada.

Menulis adalah ‘me time‘ yang bisa saya lakukan dimanapun dan kapanpun. Apalagi dengan kecanggihan media saat ini, saya bisa menulis tanpa harus membuka laptop. Bagi saya, me time tak harus memanjakan diri di salon untuk melakukan perawatan ini dan itu. Bisa merangkai kata demi kata menjadi sebuah paragraf yang enak dibaca sudah cukup memanjakan diri saya. Karena dengan menulis, kata yang tertahan di setiap simpul saraf dapat saya keluarkan.

Menulis merupakan kesempatan terbaik untuk belajar, dengan menulis saya berproses menguasai banyak hal baru. Menulis bagi saya menjadikan otak terlatih karena selalu berpikir.

Menulis juga membuat saya mempelajari komunikasi. Bagaimana cara menyampaikan apa yang ada di pikiran saya sehingga orang lain mampu memahaminya.

Dan yang terakhir yang paling saya sukai adalah menulis membuat saya bahagia. 
Jangan bandingkan tulisan saya dengan tulisan-tulisan indah para penyair atau para sastrawan yang ada. Saya belum mampu menggapai kekuatan tangan, hati, dan otak mereka untuk menghasilkan sebuah karya yang mengagumkan. Tulisan saya hanyalah percikan duri dan wangi yang ingin terlihat mempesona.

Seperti judul blog saya, “SWEET ESCAPE” yang berarti ‘Pelarian yang Manis’, blog ini adalah tempat saya ‘melarikan diri’, mengurai kejenuhan dan kelelahan akan rutinitas sehari-hari.

Semoga saja, tulisan yang masih sangat jauh dari kata bagus ini bisa memberi secubit manfaat bagi pembacanya.

Balada Perempuan PMS

Pernah dengar tentang PMS? 😀

pict. from google

Katanya, kalau dengar kata PMS, yang langsung terbayang adalah perempuan yang sensitif dan emosional. Yup, PMS atau Pre-Menstrual Syndrome memang hanya dialami oleh perempuan. Bagi perempuan, masa-masa menjelang menstruasi bisa disebut sebagai masa ‘darurat‘. Kenapa darurat? Karena pada masa itulah perempuan akan mengalami berbagai perubahan yang membuatnya tidak nyaman baik secara fisik maupun psikis.

Many women feel physical or mood changes during the days before menstruation, they are known as PMS” (The American College of Obstetricians Gynecologists). PMS merupakan kondisi somatopsikis yang terjadi karena adanya perubahan hormon steroid yang berhubungan dengan siklus ovulasi menstruasi. Pada masa ini biasanya perempuan mengalami berbagai perubahan pada dirinya seperti emosi yang tiba-tiba lebih fluktuatif, mood menjadi tidak karuan, sulit konsentrasi, mudah lelah, nafsu makan melonjak berkali lipat, kram perut, rasa nyeri pada payudara, hingga pegal-pegal di seluruh tubuh. Kondisi ini biasanya akan berlangsung sekitar satu pekan sebelum terjadinya menstruasi dan selama menstruasi berlangsung.

Yuk kita bahas satu per satu gejala umum PMS ^^

  1. Emosi yang lebih fluktuatif
    Perubahan emosi dipicu oleh menurunnya hormon endorfin dalam tubuh. Hormon endorfin merupakan hormon yang mempengaruhi perasaan senang, tenang, nyaman,  bahagia, dan sebagainya.
    Bagi saya, mengatasi hal yang satu ini akan lebih mudah dilakukan jika memang kita mau. Berusaha mengalihkan segala macam emosi negatif yang muncul menjadi emosi positif. Tentunya hal ini tidak mudah, perlu pembiasaan. Tetapi kalau tidak pernah dimulai dan dicoba, tidak akan pernah berhasil bukan?
  2. Mudah lelah
    Pemicu utama yang membuat perempuan mudah lelah saat menstruasi adalah kurangnya asupan nutrisi dalam tubuh yaitu mineral dan vitamin. Apalagi saat menstruasi, kita kehilangan banyak kalsium.
  3. Nafsu makan menjadi berkali lipat
    Kenapa perempuan yang sedang menstruasi jadi lebih doyan makan? Ternyata hal ini disebabkan oleh menurunnya kadar gula darah dalam tubuh. Ini membuat tubuh merasa membutuhkan asupan gula lebih banyak untuk memenuhi kebutuhannya. Selain itu, naiknya hormon serotonin dalam tubuh yang membuat nafsu makan seseorang akan meningkat. Ini bisa diakali dengan menyediakan buah-buahan di kulkas, sehingga setiap kali keinginan untuk makan muncul, kita sudah siap ‘amunisi’ sehingga porsi makan juga tidak jadi berlebihan. Saya terbiasa minum jamu kunyit asam sebelum dan selama menstruasi berlangsung, ini bermanfaat untuk menjaga stamina tubuh serta melancarkan menstruasi.
  4. Kram atau sakit perut

    pict. from google

    Kram atau sakit perut disebabkan oleh naiknya hormon prostaglandin yang membuat dinding rahim mengalami kontraksi. Otot perut selalu berkontraksi untuk mengeluarkan darah dari dalam rahim. Kontraksi otot ini menyebabkan ketegangan dan nyeri pada saat menstruasi. Terkadang rasa nyeri juga diakibatkan oleh meluruhnya dinding rahim karena tidak terjadi pembuahan.
    Untuk mengatasi nyeri atau kram perut, bisa menggunakan kompres dengan botol yang diisi air hangat.
  5. Nyeri pada payudara
    Nyeri pada payudara yang dirasakan oleh perempuan saat menjelang menstruasi atau sedang menstruasi dipicu oleh adanya ketidakseimbangan hormon dalam tubuhnya. Mengkonsumsi ikan dan kacang-kacangan bisa membantu untuk mengurangi nyeri pada payudara saat menstruasi, karena mengandung omega 3 yang berfungsi untuk menstabilkan hormon prostaglandin yang menyebabkan nyeri.
  6. Jaga kebersihan
    Ada hal yang perlu diperhatikan selama menstruasi, yaitu jaga kebersihan. Saat menstruasi, tubuh sedang mengeluarkan darah kotor yang mengandung kuman dan bakteri. Gantilah pembalut setidaknya 5jam sekali agar tidak mengganggu aktifitas dan tetap nyaman.

Sebenarnya, menstruasi yang rutin kita lalui setiap bulan merupakan proses alamiah untuk membersihkan rahim kita, lho! Jadi rahim kita siap memasuki siklus reproduksi. Seperti yang kita ketahui, dalam rahim perempuan ada sel telur yang jika dibuahi akan menjadi janin. Nah, saat menstruasi sel telur yang tidak dibuahi itu luruh bersama selaput dalam dinding rahim. Inilah yang membuat kita merasa sakit ketika menstruasi, karena perut kita mengalami kontraksi.

Meskipun kondisi ini diakui secara medis, bukan berarti PMS bisa dijadikan alasan yang membuat kamu menjadi perempuan yang menyebalkan, dong! Banyak hal positif yang bisa kita lakukan agar tidak terjebak dalam masa PMS dan selama menstruasi. Apa aja? Let me tell you 🙂

  1. Tetap bergerak
    STOP MAGER! Haha, ini nih yang sulit. Biasanya saat menstruasi perempuan jadi mager alias males gerak. Padahal semakin lama kita berdiam diri ketika menstruasi, rasa nyeri akan semakin terasa. Tubuh kita sedang kehilangan banyak darah saat menstruasi, itu artinya peredaran darah kita harus lancar kan? Nah, olahraga dan tetap aktif beraktifitas adalah salah satu solusinya. Tidak harus olahraga berat kok, berjalan kaki atau jogging selama 30menit sehari juga sudah cukup membuat menstruasi terasa lebih nyaman dan badan lebih sehat.
  2. Atur pola makan
    Jangan mentang-mentang menstruasi jadi doyan makan, terus segala dimakan 😀 Tetap atur pola makan, jangan berlebihan dan tetap seimbang. Kurangi konsumsi kafein dan makanan manis. Perbanyak minum air putih hangat sehingga asupan cairan terpenuhi dan peredaran darah lebih lancar.
  3. Istirahat yang cukup
    Kebutuhan istirahat normal minimal 6 jam per hari. Apalagi saat menstruasi, tubuh sedang kehilangan banyak cairan dan darah. Otomatis badan memerluka. istirahat yang cukup. Jangan begadang ya! Tapi bukan berarti selama menstruasi jadi alasan buat tidur terus :p Ingat! Tidur cukup, bukan banyak tidur.
  4. Tetap berdzikir
    Memang saat menstruasi kita tidak boleh sholat. Tapi bukan berarti jadi lupa sama Allah, kan? Tetaplah berdzikir, insyaaAllah hati akan menjadi tenang. Dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang (Ar Ra’d: 28), ingat kan ayat ini? Yuk kita praktekkan saat menstruasi.

Intinya, kalau kita mau, selalu ada cara untuk ngontrol masa-masa PMS kok 🙂 Ngga usah buru-buru panik, it’s a part of your hormonal changes.

Xoxo,
Eka

Flash Thought at 08.08 pm

Love-Momen - Copy

It’s May and it’s mean time to reflect back on the last month. I have a lot of good moments in this month. Some moments are nice, some are nicer, and some are even worth writing. Here are my best moments of April:

  1. Going home
  2. Lean on mother’s hug
  3. When his family came to my house and get silaturrahim with my family, ah i just falling in love with this moment! I’ve a new family, soon, in syaa Allah 🙂
  4. Listening to the rain pouring outside
  5. Falling in love and being loved by him
  6. Enjoying the night and seeing the one i love happy
  7. When he tell me “i love you” every day
  8. “Accidentally” hearing someone say something good about me
  9. Talk with an old friend and remembering great memories
  10. Being a part of an interesting conversation
  11. Laughing with no reason :p

I think every moment of life is best because you can learn new things from every moment.

If you have a good moment, be thankful to Allah. But if you’ve the bad ones, keep being thankful because Allah let you learn from that.

Brief Chat #2 | Balance

Sesaat saya mengingat obrolan singkat kami di penghujung senja akhir bulan Desember lalu. Seperti yang pernah saya ceritakan di postingan sebelumnya disini, bahwa saya dan pasangan terbiasa ‘ngobrol’ tentang apapun yang menurut kami memang menarik untuk dibahas, seperti obrolan kami di rumah sore itu. Seringkali kami menemukan masalah yang dihadapi oleh siswa kami mengerucut pada pola asuh yang tak seimbang antara kedua orang tuanya. Menurutnya inilah fungsi pembagian peran ayah dan bunda dalam pengasuhan anak.

Saya setuju dengan pendapatnya, ibarat tanaman, ia akan tumbuh baik jika cukup disirami dengan air yang menyejukkan dan disinari tegasnya cahaya matahari. Bagitu pula dengan anak-anak, mereka akan tumbuh mempesona jika orang tua memberikan pengasuhan yang seimbang. Mereka perlu sosok tegas dan sosok lembut dari kedua orang tuanya. Ayah dan bunda perlu bekerjasama untuk menghadirkan karakter tersebut di hadapan anak-anak.

Tapi jangan salah, tak selalu karakter tegas muncul pada diri ayah, ada kalanya bunda perlu memperlihatkan ketegasan dirinya. Misalnya dalam urusan domestik seperti melatih anak-anak untuk membereskan tempat tidur mereka masing-masing saat mereka bangun tidur.

Pun karakter lembut juga sesekali perlu ditampakkan oleh ayah. Misalnya ketika anak-anak sedang mengalami masalah, berikan pelukan yang hangat untuk menenangkannya. Hal itu tak hanya bisa membantu anak untuk berkembang, tapi juga merupakan proses bonding antara orang tua dan anak-anak. Sehingga anak menyadari bahwa orang tua mereka adalah sahabat terbaik bagi mereka.

Lalu muncul pertanyaan, bagaimana dengan single parent yang sendiri dalam membesarkan anak mereka?

Jika para single parent boleh memilih, saya yakin mereka akan lebih memilih berdua. Tapi jangan khawatir, bunda Khadijah RA pun pernah menjadi single parent selepas Atique bin Aith (suaminya) meninggal, sebelum ia bertemu dengan Rasulullah.  Bahkan beliau mampu membagi perannya tak hanya di rumah, namun juga dalam pekerjaan luar rumah sebagai womanpreneur. Ya, bukan tak mungkin menjadi single parent membuat peran ayah/ bunda menjadi tidak sesuai dengan porsi yang harus didapatkan oleh anak-anak. Menjadi single fighter berarti ayah/ bunda perlu men-double-kan perannya untuk anak-anak. Sesekali munculkan karakter tegas dan karakter lembut di hadapan anak. Mungkin sulit, tapi jika dibiasakan, in syaa Allah upaya yang dilakukan tak akan pernah luput dari kalkulasi Allah.

Intinya, mereka memerlukan keseimbangan pola asuh. Kita tidak bisa memaksa anak untuk tumbuh dalam pola asuh yang keras, namun tak boleh pula kita mendidik mereka dengan terlalu memanjakan mereka. Ya, semua ada porsinya. Dengan begitu, mereka akan tumbuh dengan baik. Pun ayah dan bunda, akan senantiasa belajar dengan baik seiring menyaksikan pertumbuhan mereka.

Celoteh Senja #2 | Grateful

Bismillaah..

Ahad 02 April 2017, sebenarnya sama saja dengan ahad sebelumnya. Hanya saja, hari itu saya berada di tempat tinggal saya di Depok. Bukan semata untuk pulang menuntaskan rindu pada keluarga di Depok.

Hari itu, saya memiliki keluarga baru yang masyaaAllah membuat saya ingin berlama-lama bercengkrama dengan mereka. Momen bersama keluarga kami, membuat saya tak henti mengecup syukur. Didampingi dengan dua orang nenek, ibu, dan ayah yang begitu menyayangi saya, membuat saya tak ingin beranjak dari rumah.

Ya, sore itu, menjadi sore yang istimewa bersama orang-orang yang istimewa. Semakin berkesan karena dilanjutkan dengan jalan-jalan singkat ke Masjid Dian Al Mahri di Sawangan sebelum kami kembali ke Bandung.

IMG-20150717-WA0007.jpg

Allah merahasiakan masa depan untuk menguji kita agar selalu berprasangka baik, berencana baik, berupaya baik, bersyukur dengan cara yang baik, dan bersabar dengan sebaik-baik kesabaran.
Semoga Allah jadikan hari sebagai awal yang baik dari perjalanan yang baik pula untuk kita ya ❤