Menyulam Kata, Menata Hati

Menulis bagi saya tak hanya menjadi kesempatan untuk ber-katarsis ria, tetapi menulis juga memiliki banyak makna -setidaknya bagi diri saya sendiri-.

Menulis adalah sebuah seni, seni untuk menata kata sedemikian rupa sehingga mampu menyejukkan yang membacanya. Menulis mengajarkan saya untuk memilih hanya kata-kata yang bagus saja, kata-kata yang santun. Menulis mengajarkan saya untuk merangkai setiap diksi menjadi untaian yang manis.

Menulis bagi saya juga sebuah upaya untuk menata hati. Kenapa saya bilang menata hati? Maksud menata hati disini, bagi saya dengan menulis membuat saya menjadi lebih tenang karena menulis menjadi salah satu cara bagi saya untuk mengurai segala hal yang mampir dalam pikiran saya. Tak hanya berbagi ide, tetapi juga berbagi perasaan. Menulis membuat saya dapat meluapkan segala sesuatu yang menyesap di dada.

Menulis adalah ‘me time‘ yang bisa saya lakukan dimanapun dan kapanpun. Apalagi dengan kecanggihan media saat ini, saya bisa menulis tanpa harus membuka laptop. Bagi saya, me time tak harus memanjakan diri di salon untuk melakukan perawatan ini dan itu. Bisa merangkai kata demi kata menjadi sebuah paragraf yang enak dibaca sudah cukup memanjakan diri saya. Karena dengan menulis, kata yang tertahan di setiap simpul saraf dapat saya keluarkan.

Menulis merupakan kesempatan terbaik untuk belajar, dengan menulis saya berproses menguasai banyak hal baru. Menulis bagi saya menjadikan otak terlatih karena selalu berpikir.

Menulis juga membuat saya mempelajari komunikasi. Bagaimana cara menyampaikan apa yang ada di pikiran saya sehingga orang lain mampu memahaminya.

Dan yang terakhir yang paling saya sukai adalah menulis membuat saya bahagia. 
Jangan bandingkan tulisan saya dengan tulisan-tulisan indah para penyair atau para sastrawan yang ada. Saya belum mampu menggapai kekuatan tangan, hati, dan otak mereka untuk menghasilkan sebuah karya yang mengagumkan. Tulisan saya hanyalah percikan duri dan wangi yang ingin terlihat mempesona.

Seperti judul blog saya, “SWEET ESCAPE” yang berarti ‘Pelarian yang Manis’, blog ini adalah tempat saya ‘melarikan diri’, mengurai kejenuhan dan kelelahan akan rutinitas sehari-hari.

Semoga saja, tulisan yang masih sangat jauh dari kata bagus ini bisa memberi secubit manfaat bagi pembacanya.

Advertisements

Celoteh Senja #2 | Grateful

Bismillaah..

Ahad 02 April 2017, sebenarnya sama saja dengan ahad sebelumnya. Hanya saja, hari itu saya berada di tempat tinggal saya di Depok. Bukan semata untuk pulang menuntaskan rindu pada keluarga di Depok.

Hari itu, saya memiliki keluarga baru yang masyaaAllah membuat saya ingin berlama-lama bercengkrama dengan mereka. Momen bersama keluarga kami, membuat saya tak henti mengecup syukur. Didampingi dengan dua orang nenek, ibu, dan ayah yang begitu menyayangi saya, membuat saya tak ingin beranjak dari rumah.

Ya, sore itu, menjadi sore yang istimewa bersama orang-orang yang istimewa. Semakin berkesan karena dilanjutkan dengan jalan-jalan singkat ke Masjid Dian Al Mahri di Sawangan sebelum kami kembali ke Bandung.

IMG-20150717-WA0007.jpg

Allah merahasiakan masa depan untuk menguji kita agar selalu berprasangka baik, berencana baik, berupaya baik, bersyukur dengan cara yang baik, dan bersabar dengan sebaik-baik kesabaran.
Semoga Allah jadikan hari sebagai awal yang baik dari perjalanan yang baik pula untuk kita ya ❤

Self Management

Sometimes i feel a week has gone by so quickly, i really don’t know where the time has gone, but the deadlines are always growing. At this moment, sometimes i feel that i don’t have enough time to get everything done and wish i had more time. Did you ever think the same thing? How often do you think it? How many times a week or even each day? :p

 

You must have know the two truths about time. Yup! We all have the same amount and can’t create more. There never has been and never will be more than 24hours in each day. So why can some people achieve more in less time?

 

I just found the biggest reason why i feel shortage of time is i have a poor self management. “Organized and focused” is actually my feeling. Time doesn’t need managing, it’s me that needs managing! Focussing on self management is about finding lasting changes to ineffective behavior pattern and bad habits.

“There are two blessing which many people lose: (They are) health and free time for doing good.” (HR. Bukhari)

Here are a few things i’ve learnt to manage my self:

1. Set goals

I used to think it was fine to plan my day in the morning, but what i found is that it’s just not as efficient because mornings can be unpredictable. Morning can be a very hectic time for a mom, wife, and student like me. So, i decided to make a plan the night before. Every single time when i plan my day the night before, i wake up with a sense of purpose. I have my own goals every morning. Right after my morning routine, i can start my productive time. Believe me, set a goal the night before will make you want to jump out of the bed in the morning!

2. Wake up early

Wake up an hour earlier, dedicating that time to reciting Al Qur’an and waiting for the Fajr time. The early mornings are known having barakah (blessing). I find peace from this.

“Whoever performs the prayes before the rising of the sun (Fajr) and before its setting (‘Asr) won’t enter the hell.” (HR. Muslim).

3. Do an exercise

An early morning walk or simple stretches will get our blood moving and i’ve find that i have the energy to stay up and make the most of my day, insyaAllah.

4. Priority goes first

I have set my to do list and record all my task, appointments, deadlines, and everything. And then i asked this question to yourself before start something, “do i really need to do this now?” If you don’t need to do it now, don’t do it. High priority task first and then turn to other things. When i have my priorities in order, i can fit everything in. The key is do what’s most important and insyaAllah you’ll see barakah (blessing) in your time and your life.

5. Feeling grateful

We may have a bad day but there is something good in everyday. Don’t forget to closing everyday with a grateful heart. Notice all of the prayers in life that have been answered. Alhamdulillah. Count your blessing and stop focusing on what you don’t have.

“If you are grateful, I will give you more” (QS. 14: 7) . If you end your days with a grateful heart, you’ll feel more positive emotions and increase your energy levels for tomorrow.

Everyone has exactly 24 hours in a day. If others can get work done and still have a time for family and friends, so can you!

Be You

Personality is like a color.

Mine and yours wouldn’t be the same be cause each of us is created one of a kind and special. No two people are ever exactly the same. Everyone is unique and that is the best thing ever. And accepting this fact is the first step towards accepting yourself as a unique and special human being. By accepting our selves, it will surely help us to understand and accept other’s existence.

Let’s learn to offer kindness, some help, and learn how to tolerate each other. Learn how to make a beautiful rainbow from a many colors of personality.

Be grateful to Allah for your uniqueness, your features, and everything that makes you “YOU”.

Much love, Eka