Menyulam Kata, Menata Hati

Menulis bagi saya tak hanya menjadi kesempatan untuk ber-katarsis ria, tetapi menulis juga memiliki banyak makna -setidaknya bagi diri saya sendiri-.

Menulis adalah sebuah seni, seni untuk menata kata sedemikian rupa sehingga mampu menyejukkan yang membacanya. Menulis mengajarkan saya untuk memilih hanya kata-kata yang bagus saja, kata-kata yang santun. Menulis mengajarkan saya untuk merangkai setiap diksi menjadi untaian yang manis.

Menulis bagi saya juga sebuah upaya untuk menata hati. Kenapa saya bilang menata hati? Maksud menata hati disini, bagi saya dengan menulis membuat saya menjadi lebih tenang karena menulis menjadi salah satu cara bagi saya untuk mengurai segala hal yang mampir dalam pikiran saya. Tak hanya berbagi ide, tetapi juga berbagi perasaan. Menulis membuat saya dapat meluapkan segala sesuatu yang menyesap di dada.

Menulis adalah ‘me time‘ yang bisa saya lakukan dimanapun dan kapanpun. Apalagi dengan kecanggihan media saat ini, saya bisa menulis tanpa harus membuka laptop. Bagi saya, me time tak harus memanjakan diri di salon untuk melakukan perawatan ini dan itu. Bisa merangkai kata demi kata menjadi sebuah paragraf yang enak dibaca sudah cukup memanjakan diri saya. Karena dengan menulis, kata yang tertahan di setiap simpul saraf dapat saya keluarkan.

Menulis merupakan kesempatan terbaik untuk belajar, dengan menulis saya berproses menguasai banyak hal baru. Agar mampu menghasilkan tulisan yang ber’isi’ saya mengharuskan diri saya untuk rajin membaca. Sehingga menulis menjadi salah satu dorongan yang kuat untuk bisa membuka jendela dunia bagi saya.

Jangan bandingkan tulisan saya dengan tulisan-tulisan indah para penyair atau para sastrawan yang ada. Saya belum mampu menggapai kekuatan tangan, hati, dan otak mereka untuk menghasilkan sebuah karya yang mengagumkan. Saya hanya mengurai ribuan kemelut yang tertahan dalam benak, karena tak ingin membiarkannya menguap di udara.

Seperti judul blog saya, “SWEET ESCAPE” yang berarti ‘Pelarian yang Manis’, blog ini adalah tempat saya ‘melarikan diri’, mengurai kejenuhan dan kelelahan akan rutinitas sehari-hari menjadi sesuatu yang lebih manis dan lebih menyenangkan untuk dinikmati.

So, ayo menulis!

Bye, Anyang-anyangan!

WhatsApp Image 2017-05-29 at 13.47.07(1)

Sekitar sebulan yang lalu, saya mengalami anyang-anyangan. Bagi yang baru pertama kali mendengar, anyang-anyangan merupakan kondisi ketika kita buang air kecil dalam jumlah yang sedikit-sedikit dan membuat kita bolak balik ke kamar mandi dalam jeda waktu yang sangat singkat, bahkan tidak jarang juga membuat kita merasa sakit saat buang air kecil.

Sebagai seorang guru, kondisi ini betul-betul mengganggu bagi saya. Ketika sedang berada di kelas dan saya ingin ke toilet, otomatis anak-anak saya tinggalkan di dalam kelas. Waktu mengajar pun jadi terpotong karena harus bolak balik ke kamar mandi.

Kemudian saya menceritakan hal ini kepada ibu saya yang bekerja sebagai perawat. Ibu menyarankan untuk banyak minum air putih agar saya tidak perlu bolak balik ke kamar mandi . Namun ibu saya bilang anyang-anyangan tak bisa dianggap sepele begitu saja, mengingat ini merupakan salah satu gejala Infeksi Saluran Kemih.

Setelah baca-baca mengenai Infeksi Saluran Kemih, ternyata penyebabnya sangat banyak. Mulai dari seringnya menahan untuk buang air kecil, air yang digunakan untuk membasuh tercemar bakteri, toilet yang kurang bersih, atau kurang telatennya kita dalam membasuh/ membersihkan organ kewanitaan (yang benar adalah dari depan ke belakang). Sepele bukan? Tapi jika kita tidak memperhatikan hal-hal tersebut, bakteri E-coli bisa menempel pada dinding sel epitel saluran kemih kita.

Salah satu cara untuk mengatasi Infeksi Saluran Kemih adalah dengan mengkonsumsi buah Cranberry. Buah ini mengandung Proantocyanidin (PAC) yang tinggi, yang dapat mencegah penempelan bakteri E-coli pada dinding saluran kemih. Namun sayangnya, buah Cranberry cukup sulit dicari. Kalaupun ada, harganya pasti melangit. Belum lagi, rasanya yang sangat asam membuat kita harus pintar-pintar dalam mengolahnya.

WhatsApp Image 2017-05-29 at 13.47.06

Nah, saat ini ada Prive Uri-cran yang menawarkan solusi untuk mengatasi anyang-anyangan. Prive Uri-cran yang merupakan suplemen ekstrak Cranberry berupa kemasan kapsul yang praktis dan powder dengan rasa yang enak, lebih praktis untuk dikonsumsi. Ngga perlu repot-repot berburu buah Cranberry dan ngejus 😀

WhatsApp Image 2017-05-29 at 13.47.07

Lega rasanya mengetahui ada solusi yang praktis untuk mengatasi anyang-anyangan yang saya alami selama ini. Prive Uri-cran ini mengandung 375 mg ekstrak Cranberry dan bisa diminum sebanyak 1-2 sachet per hari. Selain mengandung ekstrak Cranberry, Prive Uri-cran juga mengandung probiotik dan Vitamin C. Suplemen ini juga mudah didapatkan, kita bisa membelinya di apotek Century, Watsons, Guardian, atau di Kimia Farma dengan harga Rp 93.500 yang terdiri dari 15 sachet per box.

WhatsApp Image 2017-05-29 at 13.47.05

Saatnya say goodbye pada anyang-anyangan! Sebagai perempuan, kesehatan dan kecantikan perlu kita jaga dengan baik. Apalagi yang berhubungan dengan organ kewanitaan kita. Padahal, apa yang kita miliki saat ini adalah amanah dari Allah. Terkadang kita terlalu cuek (termasuk saya) terhadap kondisi tubuh kita sendiri, giliran sudah merasa sakit baru deh uring-uringan dan merepotkan banyak orang. Semoga kita sebagai muslimah semakin mensyukuri nikmat sehat yang Allah berikan dengan lebih peka untuk menjaga kesehatan tubuh (self reminder for me).

Semoga sharing saya bermanfaat dan dapat membantu ya!
*This is a sponsored post. Opinions expressed are my own.

M E N E P I

Amanah dan rutinitas yang silih berganti, tak dapat dipungkiri cukup menguras energi, sangat mungkin menyisakan rasa penat dalam jiwa.
Layaknya mesin, ada masanya dimana ia harus berhenti sejenak untuk menghindari kerusakan dari pemakaian berlebihan.
Terkadang, menarik diri dari rutinitas yang ada dapat menjadi obat yang cukup ampuh. Memisahkan penat dari jiwa, menyatukan kembali keping harapan.

Menikmati detik romantis di waktu lelap bersama Pemilik Kehidupan. Mengokohkan kembali azzam yang mulai rapuh.
Sungguh,

berbisik dan bersimpuh padaNya adalah sebaik-baik obat.
Menepilah sejenak, temukanlah rinai yang mampu membasahi jiwa yang mulai gersang.

Balada Perempuan PMS

Pernah dengar tentang PMS? 😀

pict. from google

Katanya, kalau dengar kata PMS, yang langsung terbayang adalah perempuan yang sensitif dan emosional. Yup, PMS atau Pre-Menstrual Syndrome memang hanya dialami oleh perempuan. Bagi perempuan, masa-masa menjelang menstruasi bisa disebut sebagai masa ‘darurat‘. Kenapa darurat? Karena pada masa itulah perempuan akan mengalami berbagai perubahan yang membuatnya tidak nyaman baik secara fisik maupun psikis.

Many women feel physical or mood changes during the days before menstruation, they are known as PMS” (The American College of Obstetricians Gynecologists). PMS merupakan kondisi somatopsikis yang terjadi karena adanya perubahan hormon steroid yang berhubungan dengan siklus ovulasi menstruasi. Pada masa ini biasanya perempuan mengalami berbagai perubahan pada dirinya seperti emosi yang tiba-tiba lebih fluktuatif, mood menjadi tidak karuan, sulit konsentrasi, mudah lelah, nafsu makan melonjak berkali lipat, kram perut, rasa nyeri pada payudara, hingga pegal-pegal di seluruh tubuh. Kondisi ini biasanya akan berlangsung sekitar satu pekan sebelum terjadinya menstruasi dan selama menstruasi berlangsung.

Yuk kita bahas satu per satu gejala umum PMS ^^

  1. Emosi yang lebih fluktuatif
    Perubahan emosi dipicu oleh menurunnya hormon endorfin dalam tubuh. Hormon endorfin merupakan hormon yang mempengaruhi perasaan senang, tenang, nyaman,  bahagia, dan sebagainya.
    Bagi saya, mengatasi hal yang satu ini akan lebih mudah dilakukan jika memang kita mau. Berusaha mengalihkan segala macam emosi negatif yang muncul menjadi emosi positif. Tentunya hal ini tidak mudah, perlu pembiasaan. Tetapi kalau tidak pernah dimulai dan dicoba, tidak akan pernah berhasil bukan?
  2. Mudah lelah
    Pemicu utama yang membuat perempuan mudah lelah saat menstruasi adalah kurangnya asupan nutrisi dalam tubuh yaitu mineral dan vitamin. Apalagi saat menstruasi, kita kehilangan banyak kalsium.
  3. Nafsu makan menjadi berkali lipat
    Kenapa perempuan yang sedang menstruasi jadi lebih doyan makan? Ternyata hal ini disebabkan oleh menurunnya kadar gula darah dalam tubuh. Ini membuat tubuh merasa membutuhkan asupan gula lebih banyak untuk memenuhi kebutuhannya. Selain itu, naiknya hormon serotonin dalam tubuh yang membuat nafsu makan seseorang akan meningkat. Ini bisa diakali dengan menyediakan buah-buahan di kulkas, sehingga setiap kali keinginan untuk makan muncul, kita sudah siap ‘amunisi’ sehingga porsi makan juga tidak jadi berlebihan. Saya terbiasa minum jamu kunyit asam sebelum dan selama menstruasi berlangsung, ini bermanfaat untuk menjaga stamina tubuh serta melancarkan menstruasi.
  4. Kram atau sakit perut

    pict. from google

    Kram atau sakit perut disebabkan oleh naiknya hormon prostaglandin yang membuat dinding rahim mengalami kontraksi. Otot perut selalu berkontraksi untuk mengeluarkan darah dari dalam rahim. Kontraksi otot ini menyebabkan ketegangan dan nyeri pada saat menstruasi. Terkadang rasa nyeri juga diakibatkan oleh meluruhnya dinding rahim karena tidak terjadi pembuahan.
    Untuk mengatasi nyeri atau kram perut, bisa menggunakan kompres dengan botol yang diisi air hangat.
  5. Nyeri pada payudara
    Nyeri pada payudara yang dirasakan oleh perempuan saat menjelang menstruasi atau sedang menstruasi dipicu oleh adanya ketidakseimbangan hormon dalam tubuhnya. Mengkonsumsi ikan dan kacang-kacangan bisa membantu untuk mengurangi nyeri pada payudara saat menstruasi, karena mengandung omega 3 yang berfungsi untuk menstabilkan hormon prostaglandin yang menyebabkan nyeri.
  6. Jaga kebersihan
    Ada hal yang perlu diperhatikan selama menstruasi, yaitu jaga kebersihan. Saat menstruasi, tubuh sedang mengeluarkan darah kotor yang mengandung kuman dan bakteri. Gantilah pembalut setidaknya 5jam sekali agar tidak mengganggu aktifitas dan tetap nyaman.

Sebenarnya, menstruasi yang rutin kita lalui setiap bulan merupakan proses alamiah untuk membersihkan rahim kita, lho! Jadi rahim kita siap memasuki siklus reproduksi. Seperti yang kita ketahui, dalam rahim perempuan ada sel telur yang jika dibuahi akan menjadi janin. Nah, saat menstruasi sel telur yang tidak dibuahi itu luruh bersama selaput dalam dinding rahim. Inilah yang membuat kita merasa sakit ketika menstruasi, karena perut kita mengalami kontraksi.

Meskipun kondisi ini diakui secara medis, bukan berarti PMS bisa dijadikan alasan yang membuat kamu menjadi perempuan yang menyebalkan, dong! Banyak hal positif yang bisa kita lakukan agar tidak terjebak dalam masa PMS dan selama menstruasi. Apa aja? Let me tell you 🙂

  1. Tetap bergerak
    STOP MAGER! Haha, ini nih yang sulit. Biasanya saat menstruasi perempuan jadi mager alias males gerak. Padahal semakin lama kita berdiam diri ketika menstruasi, rasa nyeri akan semakin terasa. Tubuh kita sedang kehilangan banyak darah saat menstruasi, itu artinya peredaran darah kita harus lancar kan? Nah, olahraga dan tetap aktif beraktifitas adalah salah satu solusinya. Tidak harus olahraga berat kok, berjalan kaki atau jogging selama 30menit sehari juga sudah cukup membuat menstruasi terasa lebih nyaman dan badan lebih sehat.
  2. Atur pola makan
    Jangan mentang-mentang menstruasi jadi doyan makan, terus segala dimakan 😀 Tetap atur pola makan, jangan berlebihan dan tetap seimbang. Kurangi konsumsi kafein dan makanan manis. Perbanyak minum air putih hangat sehingga asupan cairan terpenuhi dan peredaran darah lebih lancar.
  3. Istirahat yang cukup
    Kebutuhan istirahat normal minimal 6 jam per hari. Apalagi saat menstruasi, tubuh sedang kehilangan banyak cairan dan darah. Otomatis badan memerluka. istirahat yang cukup. Jangan begadang ya! Tapi bukan berarti selama menstruasi jadi alasan buat tidur terus :p Ingat! Tidur cukup, bukan banyak tidur.
  4. Tetap berdzikir
    Memang saat menstruasi kita tidak boleh sholat. Tapi bukan berarti jadi lupa sama Allah, kan? Tetaplah berdzikir, insyaaAllah hati akan menjadi tenang. Dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang (Ar Ra’d: 28), ingat kan ayat ini? Yuk kita praktekkan saat menstruasi.

Intinya, kalau kita mau, selalu ada cara untuk ngontrol masa-masa PMS kok 🙂 Ngga usah buru-buru panik, it’s a part of your hormonal changes.

Xoxo,
Eka

Flash Thought at 08.08 pm

Love-Momen - Copy

It’s May and it’s mean time to reflect back on the last month. I have a lot of good moments in this month. Some moments are nice, some are nicer, and some are even worth writing. Here are my best moments of April:

  1. Going home
  2. Lean on mother’s hug
  3. When his family came to my house and get silaturrahim with my family, ah i just falling in love with this moment! I’ve a new family, soon, in syaa Allah 🙂
  4. Listening to the rain pouring outside
  5. Falling in love and being loved by him
  6. Enjoying the night and seeing the one i love happy
  7. When he tell me “i love you” every day
  8. “Accidentally” hearing someone say something good about me
  9. Talk with an old friend and remembering great memories
  10. Being a part of an interesting conversation
  11. Laughing with no reason :p

I think every moment of life is best because you can learn new things from every moment.

If you have a good moment, be thankful to Allah. But if you’ve the bad ones, keep being thankful because Allah let you learn from that.

Bunda, Aku Jatuh Cinta

Siang kemarin, saya mengamati anak yang menurut saya ‘berbeda’ belakangan ini. Ada sesuatu yang ‘tidak biasa’ dengannya menurut saya. Tiba-tiba ia jadi lebih ‘rajin’ melamun, sering senyum-senyum sendiri, bahkan anak pendiam ini tiba-tiba suka bernyanyi dan menulis puisi.

Malamnya, ia mengajak saya ngobrol via whatsapp. “Bun, aku pengen curhat tapi malu”, begitu isi chatnya. Setelah panjang lebar ngobrol mengenai sekolahnya, tiba-tiba ia mengirim chat berisi kalimat, “Bunda, aku lagi jatuh cinta nih”. Saya tersenyum, ternyata ini yang membuatnya jadi agak ‘berbeda’ belakangan ini. Lalu saya menjawabnya dengan kalimat, “wah anak bunda udah gede, udah ngerasain yang namanya falling in love. sama siapa atuh? kenalin dong perempuannya ke bunda”.

Saya terbiasa tidak langsung melarang anak-anak, maksud saya berusaha menempatkan diri di posisi mereka sehingga mereka lebih leluasa menceritakan perasaannya. Saya berusaha untuk tidak membuat sekat, se-‘horor’ apapun bahasannya, saya ingin anak-anak merasa memiliki teman bercerita yang dapat dipercaya bahkan untuk menceritakan hal-hal buruk yang sedang mereka ‘gandrungi’ sekalipun. Dengan membuat mereka percaya, saya akan lebih mudah membimbing mereka tanpa perlu ‘kepo’ atau menebak-nebak karena mereka yang menceritakannya sendiri.

Melihat perkembangan saat ini, tidak dapat dipungkiri media sosial, tayangan televisi, dan pergaulan sangat mempengaruhi perkembangan anak-anak. Mereka sudah ‘terbiasa’ mendengar kata pacaran, jatuh cinta, bahkan seperti kita lihat di berita-berita banyak anak di bawah umur yang gaya berpacarannya sudah seperti suami istri. Kita tidak sepenuhnya bisa menyalahkan atau melarang mereka, yang harus kita lakukan adalah membuat mereka paham bahwa hal tersebut belum waktunya mereka lakukan.

Lalu, jika anak mengatakan bahwa ia sedang jatuh cinta, apa yang bisa kita lakukan?

Menjadi sahabat bagi anak
Biasanya, ketika anak bercerita bahwa ia sedang jatuh cinta, saya menanggapi dengan obrolan santai seperti minta dikenalkan dengan orang yang disukainya, menyebutnya sudah besar, atau memintanya menceritakan seperti apa sih jatuh cinta itu. Kalau belum apa-apa kita sudah langsung melarang, anak pasti merasa tidak nyaman dan tidak mau bercerita pada kita. Apalagi remaja jaman sekarang lebih nyaman bercerita pada temannya dibanding dengan orang tuanya. Buang semua sekat komunikasi yang membuat mereka segan bercerita dengan kita, tapi dengan tetap tidak memaksa mereka untuk bercerita. Biarkan mereka bercerita sesuai keinginan mereka, jadilah pendengar yang baik, bukan mendengarkan mereka untuk menjawab mereka. Walaupun remaja jaman sekarang tidak begitu suka urusannya dicampuri oleh orang tua mereka, namun tetap sesekali mereka membutuhkan kita.

Katakan pada mereka itu adalah hal yang wajar
Beritahu mereka bahwa tertarik pada lawan jenis adalah hal yang wajar. Namun, tetap ajak mereka memahami bahwa menyukai lawan jenis bukan berarti harus berpacaran apalagi sampai bergantung kepada orang yang disukainya. Cobalah mengajak anak berdiskusi, jika jatuh cinta membuatnya lebih semangat bersekolah, bukan berarti ketika orang tersebut tidak menyukainya kemudian dia jadi tak lagi semangat bersekolah. Biarkan mereka merasakan emosi mereka, namun ajak mereka agar tetap rasional.

Arahkan ke dalam kegiatan yang lebih bermanfaat
Ketika anak sedang jatuh cinta, biasanya mereka jadi lebih puitis dari biasanya. Kenapa tidak kita bantu mereka untuk membuat puisi yang indah, siapa tau bisa menemukan bakatnya. Atau misalnya jatuh cinta membuat semangat belajarnya dua kali lipat dari biasanya, kenapa tidak kita bantu mereka untuk lebih aktif membahas pelajarannya? Atau misalnya kita ajak mereka membuat daily journal yang berisi cerita mengenai perasaannya setiap hari, hal ini akan membantu mereka belajar mengenali emosi mereka.

Lebih seru kan?
Akur dan bersahabat dengan si remaja, bukanlah hal yang sulit asalkan kita mau sama-sama mengerti kok ^^

Kuncinya, jangan pernah menyamakan jaman kita remaja dengan jaman remaja mereka saat ini, jelas beda! 😀

Much love,
Eka

Brief Chat #2 | Balance

Sesaat saya mengingat obrolan singkat kami di penghujung senja akhir bulan Desember lalu. Seperti yang pernah saya ceritakan di postingan sebelumnya disini, bahwa saya dan pasangan terbiasa ‘ngobrol’ tentang apapun yang menurut kami memang menarik untuk dibahas, seperti obrolan kami di rumah sore itu. Seringkali kami menemukan masalah yang dihadapi oleh siswa kami mengerucut pada pola asuh yang tak seimbang antara kedua orang tuanya. Menurutnya inilah fungsi pembagian peran ayah dan bunda dalam pengasuhan anak.

Saya setuju dengan pendapatnya, ibarat tanaman, ia akan tumbuh baik jika cukup disirami dengan air yang menyejukkan dan disinari tegasnya cahaya matahari. Bagitu pula dengan anak-anak, mereka akan tumbuh mempesona jika orang tua memberikan pengasuhan yang seimbang. Mereka perlu sosok tegas dan sosok lembut dari kedua orang tuanya. Ayah dan bunda perlu bekerjasama untuk menghadirkan karakter tersebut di hadapan anak-anak.

Tapi jangan salah, tak selalu karakter tegas muncul pada diri ayah, ada kalanya bunda perlu memperlihatkan ketegasan dirinya. Misalnya dalam urusan domestik seperti melatih anak-anak untuk membereskan tempat tidur mereka masing-masing saat mereka bangun tidur.

Pun karakter lembut juga sesekali perlu ditampakkan oleh ayah. Misalnya ketika anak-anak sedang mengalami masalah, berikan pelukan yang hangat untuk menenangkannya. Hal itu tak hanya bisa membantu anak untuk berkembang, tapi juga merupakan proses bonding antara orang tua dan anak-anak. Sehingga anak menyadari bahwa orang tua mereka adalah sahabat terbaik bagi mereka.

Lalu muncul pertanyaan, bagaimana dengan single parent yang sendiri dalam membesarkan anak mereka?

Jika para single parent boleh memilih, saya yakin mereka akan lebih memilih berdua. Tapi jangan khawatir, bunda Khadijah RA pun pernah menjadi single parent selepas Atique bin Aith (suaminya) meninggal, sebelum ia bertemu dengan Rasulullah.  Bahkan beliau mampu membagi perannya tak hanya di rumah, namun juga dalam pekerjaan luar rumah sebagai womanpreneur. Ya, bukan tak mungkin menjadi single parent membuat peran ayah/ bunda menjadi tidak sesuai dengan porsi yang harus didapatkan oleh anak-anak. Menjadi single fighter berarti ayah/ bunda perlu men-double-kan perannya untuk anak-anak. Sesekali munculkan karakter tegas dan karakter lembut di hadapan anak. Mungkin sulit, tapi jika dibiasakan, in syaa Allah upaya yang dilakukan tak akan pernah luput dari kalkulasi Allah.

Intinya, mereka memerlukan keseimbangan pola asuh. Kita tidak bisa memaksa anak untuk tumbuh dalam pola asuh yang keras, namun tak boleh pula kita mendidik mereka dengan terlalu memanjakan mereka. Ya, semua ada porsinya. Dengan begitu, mereka akan tumbuh dengan baik. Pun ayah dan bunda, akan senantiasa belajar dengan baik seiring menyaksikan pertumbuhan mereka.